✰ Imagine There Is No Copyright and No Cultural Conglomerates Too Epub ✶ Author Joost Smiers – Girlnailart.us

Imagine There Is No Copyright and No Cultural Conglomerates TooBerani Menghapus Hak Cipta Inilah Yang Joost Smiers Dan Marieke Van Schijndel Lakukan Dalam Buku Ini Kita Diajak Untuk Berhenti Bermimpi Bahwa Hak Cipta Akan Membuat Sebagian Besar Seniman Mendapatkan Penghidupan Yang Lebih Layak Kita Diajak Untuk Tidak Hanya Harus Membebaskan Diri Dari Hak Cipta Dan Seiring Dengan Lahirnya Digitalisasi, Hak Cipta Pun Menjadi Semakin Lemah Tetapi Kita Juga Harus Berhenti Memberikan Toleransi Terhadap Segelintir Konglomerat Budaya Yang Mengontrol Komunikasi Budaya Kita Untuk Itulah, Joost Smiers Dan Marieke Van Schijndel Menuliskan Gagasan Yang Akan Memotong Motong Para Konglomerat Budaya Itu Menjadi Keping Keping Kecil Dengan Cara Menerapkan Hukum Persaingan Yang Ketat Buku Ini Menyajikan Penjelasan Atas Gagasan Tersebut Joost Smiers Adalah Seorang Ilmuwan Politik Dan Anggota Peneliti Research Group Arts Economics Di Utrecht School Of The Arts, Belanda Ia Tinggal Di Amsterdam Marieke Van Schijndel Adalah Seorang Ilmuwan Budaya Dan Sarjana Bisnis Independen Ia Bekerja Dalam Bidang Kebudayaan Di Belanda Buku Ini Ditulis Dalam Kapasitas Personalnya Ia Tinggal Di Utrecht.

Joost Smiers is a leading expert on decision making in cultural matters and new approaches to cultural and intellectual property He is perhaps best known for his proposals to eliminate copyright and to break up large publishers, music producers, and movie studios in order to encourage cultural diversity and eliminate market dominance by a small number of corporations.Smiers received his Ph.D.in P

10 thoughts on “Imagine There Is No Copyright and No Cultural Conglomerates Too

  1. says:

    Buku ini terdiri dari tiga bab Bab pertama menjelaskan alasan alasan mengapa hak cipta sebenarnya tidak dibutuhkan lagi Sebab, suatu karya bisa saja merupakan interpretasi seseorang terhadap karya lain, dan ini, semestinya, sah sah saja Selain itu, penghasilan dari hak cipta, ternyata, sangat sedikit bagi sebagian besar seniman kemanakah perginya penghasilan itu Bacalah buku ini dan kau akan paham Pemberlakuan hak cipta juga kerap menemukan jalan buntu ketika berhadapan dengan negara miskin yang kemudian kesulitan membeli karya dan pengetahuan karena keberadan hak cipta membuat suatu karya dan pengetahuan menjadi semakin mahal dan pembajakan Hak cipta, pada akhirnya, hanya digunakan untuk mengamankan investasi Hal ini dinikmati oleh investor besar Resikonya, semakin hari, ranah publik dari kreativitas seni dan ilmu pengetahuan semakin memudar karena keduanya kreativitas seni dan ilmu pengetahuan telah diprivatisasi sedemikian rupa Dalam bab pertama ini sudah ada dua alternatif yang ditawarkan Pertama, aturan dalam bentuk kontrak antara kedua belah pihak pencipta dan orang yang membutuhkan dan, kedua, iklan.Bab kedua mulai membahas mengenai alternatif lain selain hak cipta Namun, sebelum masuk ke dalam pembahasan tersebut, penulis buku ini menjelaskan bahwa hak cipta berorientasi individual Sementara itu, seniman yang berasal dari budaya modern non barat menganggap bahwa pengakuan indiv...

  2. says:

    Recomended

  3. says:

    85 2017

  4. says:

    Bagaimana sejatinya kedudukan sebuah hak cipta apabila, sebuah hak cipta yang sebenarnya merupakan hak eksklusif yang diberikan kepada seorang author terhadap sebuah karya yang telah diciptakannya, sering kali justru tidak dimiliki oleh seorang author itu sendiri Hak cipta tersebut acap kali justru diberikan kepada perusahaan perusahaan besar yang memegang kendali atas penerbitan dari karya seorang pencipta author tersebut Proses produksi, distribusi dan pemasaranlah yang membuat perusahaan perusahaan tersebut seolah olah justru yang memegang kekuasaan paling mutlak dalam menentukan apakah sebuah produk atau karya yang mereka terbitkan tersebut dapat kita nikmati dengan cara dilihat, didengar, atau dibaca Bahkan mirisnya, mereka pulalah yang menentukan dalam tampilan seperti apa kita dapat menikmati sebuah karya yang mereka terbitkan tersebut, apakah dalam bentuk cetak seperti buku, kaset seperti CD musik, dan lain lain.Melalui buku ini, Smiers dan Schijndel mencoba untuk membuka sudut pandang sudut pandang yang baru bagi para pembaca mengenai permasalahan permasalah yang terkait dengan hak cipta Di dalam buku yang didalamnya terbagi dalam lima bab ini, Smiers dan Schijndel banyak memaparkan argumen argumen yang sebetulnya terkesan cenderung menentang adanya hak cipta itu sendiri bab I Mereka menganggap bahwa hak cipta dan privatisasi tid...

  5. says:

    Salah satu cara untuk men sejahterakan seniman dan profesi sejenis nya, yaitu dengan memotong jalur dari para konglemerat budaya, dlm artian para seniman harus berani membuat terobosan baru dengan tidak mempergunakan hak cipta nya, karena hak cipta hanya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *